Senin, 24 Mei 2010

Tradisi Kemeriahan Pernikahan Adat Betawi

Masyarakat Betawi memiliki sejarah panjang sebagaimana terbentuknya kota Jakarta sebagai tempat domisili asalnya. Sebagai sebuah kota dagang yang ramai, Sunda Kelapa, nama Jakarta tempo dulu, disinggahi oleh berbagai suku bangsa.

Penggalan budaya Arab, India, Cina, Sunda, Jawa, Eropa, Melayu dan sebagainya seakan berbaur menjadi bagian dari karakteristik kebudayaan Betawi yang kita kenal kini. Singkat kata, tradisi budaya Betawi laksana ‘campursari’ dari beragam budaya dan elemen etnik masa silam yang secara utuh menjadi budaya Betawi kini.

Suku Betawi sangat mencintai kesenian, salah satu ciri khas kesenian mereka yaitu Tanjidor yang dilatar belakangi dari budaya belanda, selain itu betawi memiliki kesenian keroncong tugu yang dilatar belakangi dari budaya Portugis-Arab, kesenian gambang kromong yang dilatar belakangi dari budaya cina. Selain kesenian yang selalu ditampilkan dengan penuh kemeriahan, tata cara pernikahan budaya betawi juga sangat meriah.

Untuk adat prosesi pernikahan betawi, ada banyak serangkaian prosesi. Didahului masa perkenalan melalui “Mak Comblang”. Dilanjutkan lamaran, pingitan, upacara siraman. Prosesi potong cuntung atau ngerik bulu kalong dengan uang logam yang diapit lalu digunting. Kemudian dilanjutkan dengan malam pacar, malam dimana mempelai wanita memerahkan kuku kaki dan tangannya dengan pacar. Puncak adat betawi adalah Akad nikah.

Tradisi Meriah

Meriah dan penuh warna-warni, demikian gambaran dari tradisi pernikahan adat Betawi. Diiringi suara petasan, rombongan keluarga mempelai pria berjalan memasuki depan rumah kediaman mempelai wanita sambil diiringi oleh ondel-ondel, tanjidor serta marawis (rombongan pemain rebana menggunakan bahasa arab). Mempelai pria berjalan sambil menuntun kambing yang merupakan ciri khas keluarga betawi dari Tanah Abang.

Sesampainya didepan rumah terlebih dulu diadakan prosesi “Buka Palang Pintu”, berupa berbalas pantun dan Adu Silat antara wakil dari keluarga pria dan wakil dari keluarga wanita. Prosesi tersebut dimaksudkan sebagai ujian bagi mempelai pria sebelum diterima sebagai calon suami yang akan menjadi pelindung bagi mempelai wanita sang pujaan hati. Uniknya, dalam setiap petarungan silat, pihak mempelai wanita pasti dikalahkan oleh jagoan calon pengantin pria.

Prosesi Akad Nikah

Pada saat akad nikah, rombongan mempelai pria memberikan hantaran berupa :

1. Sirih, gambir, pala, kapur dan pinang artinya segala pahit, getir, dan manisnya kehidupan rumah tangga harus dijalani bersama antara suami dan istri.
2. Maket Mesjid, maksudnya adalah agar mempelai wanita tidak lupa akan kewajibannya kepada agama dan harus menjalani shalat serta mengaji.
3. Kekudung, berupa barang kesukaan mempelai wanita misalnya salak condet, jamblang, dan sebagainya.
4. Mahar atau mas kawin dari pihak pria untuk diberikan kepada mempelai wanita.
5. Pesalinan berupa pakaian wanita seperti kebaya encim, kain batik, kosmetik, sepasang roti buaya. Buaya merupakan pasangan yang abadi dan tidak berpoligami serta selalu mencari makan bersama-sama.
6. Petise yang berisi sayur mayur atau bahan mentah untuk pesta, misal : wortel, kentang, bihun, buncis dan sebagainya.

Acara berlanjut dengan pelaksanaan akad nikah. Yang kemudian dilanjutkan dengan penjemputan pengantin wanita. Selanjutnya, kedua pengantin dinaikkan ke dalam sebuah delman yang sudah dihias dengan masing-masing seorang pengiring. Delman tersebut ditutupi dengan kain pelekat hitam sehingga tidak kelihatan dari luar. Akan tetapi, dengan kain pelekat hitam yang ditempelkan pada delman, maka orang-orang mengetahui bahwa ada pengantin yang akan pergi ke penghulu.

Pernikahan

Pada hari pesta pernikahan, baik pengantin pria maupun pengantin wanita, mengenakan pakaian kebesaran pengantin dan dihias. Dari gaya pakaian pengantin Betawi, ada dua budaya asing yang melekat dalam prosesi pernikahan. Pengantin pria dipengaruhi budaya Arab. Sedangkan busana pengantin wanita dipengaruhi adat Tionghoa. Demikian pula dengan musik yang meramaikan pesta pernikahan.

Mengapa Perlu Melakukan Analisis Tegangan Pipa?

Ada sejumlah alasan untuk melakukan analisis tegangan pada sistem pemipaan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

- Untuk menjaga tegangan-tegangan di dalam pipa dan fitting agar berada pada level-level code yang diizinkan.
- Untuk menjaga beban-beban nozzle pada peralatan yang terpasang agar berada di dalam standar-standar umum (NEMA SM23, API610, API627, dll).
- Untuk menjaga tegangan-tegangan vesel pada koneksi pemipaan agar berada di dalam level-level ASME Section VII yang diizinkan.
- Untuk menghitung beban-beban disain dengan ukuran yang sesuai
- Untuk menentukan penyimpangan-penyimpangan pemipaan untuk pemeriksaan gangguan.
- Untuk memecahkan masalah-masalah dinamika pada pemipaan, seperti yang berkaitan dengan getaran mekanis, getaran akustik, fluid hammer, pemulsaan, aliran transient, dan relief valve discharge.
- Untuk membantu mengoptimasikan disain pemipaan.

Selasa, 06 April 2010

SOFTSKILL2

Menuju Pemanfaatan Energi yang Optimum di Indonesia: Pengembangan Model Ekonomi-Energi dan Identifikasi Kebutuhan Infrastruktur Energi

1. Pendahuluan
Indonesia memiliki aneka ragam sumber daya energi dalam jumlah memadai namun tersebar tidak merata. Konsumsi energi tumbuh pesat seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Sebagian besar beban konsumsi berada di Jawa, pulau yang membutuhkan banyak energi, namun yang tidak memiliki sumberdayanya sendiri dalam jumlah memadai. Sebaliknya, banyak sumber energi terdapat di tempat berpenduduk sedikit, kegiatan ekonominya belum berkembang serta berjarak cukup jauh dari Jawa.
Di tengah kekayaan sumberdaya energi yang dimiliki, Indonesia masih sangat menggantungkan konsumsi energinya pada minyak bumi, sumber energi mahal dibandingkan gas bumi maupun batubara. Lebih berharga mengekspor minyak bumi daripada mengkonsumsinya di dalam negeri; sebaliknya, lebih berharga memanfaakan gas bumi di dalam negeri daripada mengekspornya secara besar-besaran ke luar negeri.
Potensi sumber energi di Indonesia mempunyai karakteristik cadangan energi primer yang besar dan sangat beragam, ekspor sumber daya energi berperan vital terhadap ekonomi nasional, ekonomi domestik sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi di pasar dunia, dan permintaan terhadap energi final di dalam negeri tumbuh dengan pesat.
Komposisi pemanfaatan energi yang ideal dibutuhkan Indonesia untuk mengoptimumkan sumber-sumberdaya energi yang dimilikinya dan memadukannya dengan aneka ragam kebutuhan energi yang terdapat dalam tempat-tempat yang berbeda.
Energy mix merupakan suatu konsep/strategi yang dapat dipergunakan sebagai alat (tool) untuk mencapai pembangunan energi dan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan bauran energi (energi mix) menekankan bahwa pemanfaatan energi perlu mengoptimumkan sumber energi yang ada. Indonesia tidak boleh tergantung pada sumber energi tak terbarukan berbasis fosil (minyak, batubara, dan gas), namun harus juga mengembangkan penggunaan energi terbarukan (air, panasbumi, tenaga surya), dstnya. Kebijakan bauran energi di Indonesia perlu dikembangkan dengan memperjelas strategi, sasaran penggunaan, jumlah pemanfaatan, dan pengelolaan energi nasional, dengan mempertimbangkan potensi energi, permintaan energi, infrastruktur energi serta faktor lainnya seperti harga energi, teknologi, pajak, investasi, dsb.
Makalah ini membahas issue bauran energi yang optimum di Indonesia. Sebagian besar pendapat/temuan di sini adalah berdasarkan studi yang pernah dilakukan Direktorat Energi, Telekomunikasi dan Informatika Bappenas dengan Pengkajian Energi Universitas Indonesia. Penekanan studi pada pembuatan model dinamik ekonomi-energi nasional, proyeksi kebutuhan energi primer dan energi final serta infrastruktur energi yang harus dikembangkan hingga perkiraan biaya pembangunannya. Jenis energi yang dikaji adalah bahan bakar fosil dan energi terbarukan (renewables). Proyeksi dilakukan hingga 2020.
Alur pikir studi ditunjukkan dalam Gambar 1.
Analisis dimulai dengan membagi Indonesia ke dalam sejumlah zona, yang meliputi kelompok pulau-pulau besar, dengan Jawa (Bali dan Madura) menjadi fokus. Untuk setiap zona dapat diperkirakan kebutuhan energinya. Potensi sumberdaya energi untuk setiap zona juga dibuatkan data base-nya, dan bersama dengan kebutuhan energinya, membentuk neraca energi untuk zona tersebut.
Pola alokasi energi antara sumber-sumber energi dengan permintaan energinya sekarang dijadikan acuan dalam menentukan pola alokasi “terbaik” yang nantinya dilakukan, berdasarkan kriteria “biaya” termurah. Pada dasarnya, penambahan suatu infrastruktur energi diperlukan bila model mengindikasikan telah terjadi “gap” antara kebutuhan energi dengan kapasitas infrastruktur yang ada.
Model ekonomi-energi yang dimanfaatkan adalah INOSYD (Indonesian Energy Outlook Using System Dynamic), suatu model sistem dinamik1 yang dirintis pengembangannya oleh Pengkajian Energi UI dan Bappenas. Pemodelan dan berbagai simulasi dilakukan dengan bahasa POWERSIM.2
Berdasarkan hasil simulasi, disusun rekomendasi kebijakan energy mix yang memperhatikan sumber energi, lokasi pusat konsumen energi, dan aspek geografi/demografi. Selanjutnya, direkomendasikan pengembangan infrastruktur untuk membangkitkan dan menyalurkan energi secara efisien.

2. Pemodelan Energy Mix Indonesia
Kerangka model INOSYD ditunjukkan pada Gambar 2. Modul yang dikembangkan meliputi permintaan energi, penyediaan energi, ekonomi makro dan lingkungan. Jaringan Sistem Energi (Reference Energi System, RES) dari INOSYD disempurnaan, terutama sisi infrastruktur penyediaan energinya.
Energi primer mengalami berbagai proses sebelum dapat dimanfaatkan oleh konsumen, berupa konversi ke bentuk energi lainnya, pengilangan energi menjadi berbagai jenis fraksi bahan bakar, serta transmisi dan distribusi. Pada setiap proses, penggunaan berbagai jenis teknologi, sarana dan prasarana menimbulkan kehilangan energi, sehingga energi yang terpakai selalu lebih kecil dibanding energi primernya.
Jaringan sistem energi (RES) digunakan untuk merepresentasikan aktivitas/ hubungan dari sebuah sistem energi. RES bukan hanya sarana untuk menunjukkan energy balance, namun juga berfungsi sebagai kerangka analitis untuk memperkirakan besarnya permintaan energi. Gambar 3 memperlihatkan Jaringan Sistem Energi umum, sedangkan yang dipergunakan dalam studi ini merupakan pengembangan lanjut dari RES tersebut yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

2.1 Ramalan permintaan energi
Peramalan adalah pekerjaan rumit namun harus dilakukan dalam rangka perencanaan energi.
Permintaan energi dapat digolongkan menjadi permintaan energi listrik dan permintaan energi non-listrik. Sektor permintaan energi dapat dikelompokkan ke dalam industri, rumah tangga, komersial dan transportasi.
Peramalan kebutuhan tenaga listrik secara makro dilakukan dengan metode ekonometrik, yang menyatakan permintaan energi listrik (kwh) = ƒ (pertumbuhan ekonomi, tarif listrik, pertumbuhan penduduk) atau disederhanakan ke dalam persamaan regresi.

2.2 Modul penyediaan energi
Modul penyediaan energi yang dikembangkan terdiri dari modul energi primer minyak, gas, batubara, dan energi terbarukan. Analisis sistem dinamik dilakukan terhadap semua sumber energi primer yang ada. Sebagai contoh, di bawah ini dijelaskan sebagian alur pikir dan parameter yang digunakan dalam penyusunan modul penyediaan minyak dan gas bumi (Gambar 4).
Minyak dan gas bumi digambarkan sebagai aliran material dari sumber aliran ke tempat penampungan. Untuk mengalirkan dari sumber diperlukan pengontrolan laju alir. Pengontrolan kebutuhan minyak dan gas bumi dilakukan dengan mengontrol laju penemuan (eksplorasi) dan laju produksi. Kegiatan eksplorasi dan produksi merupakan struktur umpan balik (feedback loop) yang bersifat negatif (opposite). Ini karena minyak bumi dan gas bumi adalah sumber daya yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources). Kegiatan eksplorasi dan produksi mengakibatkan cadangan minyak bumi dan gas bumi mengalami penurunan, dengan penurunan yang bersifat asimptotik.

3. Simulasi dan optimasi energy mix Indonesia
INOSYD dilengkapi dengan modul optimasi untuk meminimumkan biaya suplai energy mix, dengan masukan parameter makroekonomi dan keluaran permintaan energi per jenis dan sektor, untuk energi listrik maupun non listrik. Modul optimasi dilengkapi data biaya energi (investasi, biaya O&M, dan biaya bahan bakar) untuk konversi energi maupun transportasi energi. Pekerjaan optimasi dilakukan dengan memanfaatkan modul Solver.
Simulasi dilakukan untuk memahami perilaku energi Indonesi hingga tahun 2020 berdasarkan beberapa macam perkiraan pertumbuhan ekonomi. Ramalan permintaan dilakukan untuk berbagai macam jenis energi, termasuk ekspor dan impornya. Berdasarkan ramalan permintaan dan penyediaan energi yang mungkin, disusun neraca energi (energy balance) Indonesia untuk berbagai periode.
Beberapa hasil simulasi dikemukakan di bawah ini.3
Pertumbuhan PDB 5 persen mengakibatkan pertumbuhan permintaan minyak bumi 3,8 persen, gas bumi 5,6 persen dan batubara 4,3 persen. Pertumbuhan permintaan energi terbarukan akan selalu lebih rendah dibanding energi fosil bila tidak diikuti dengan kebijakan yang tegas untuk meningkatkan penggunaannya.
Simulasi menunjukkan ekspor minyak mentah (crude oil) terus menurun dan mendekati nol pada tahun 2020. Lonjakan impor minyak mentah akan terjadi mulai 2008, karena permintaan domestik yang naik pesat. Impor produk-produk minyak (oil products) meningkat, dan minyak mentah untuk input kilang akan lebih banyak berasal dari impor.
Konsumsi gas bumi akan meningkat; karena harganya yang murah dibandingkan minyak bumi dan sifatnya yang akrab lingkungan. Batubara juga akan meningkat penggunaanya, khususnya untuk memenuhi permintaan listrik. Peningkatan permintaan kedua jenis energi ini membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur.
Pengaruh PDB terhadap permintaan energi non-listrik lebih sensitif untuk sektor industri dan transportasi relatif terhadap sektor rumah tangga dan komersial.
Data pangsa (share) baik energi primer maupun energi final hasil simulasi menunjukkan kecenderungan peningkatan penggunaan gas bumi dan batubara dan penurunan minyak bumi. Pangsa energi terbarukan mengalami penurunan walaupun secara absolut nilainya meningkat. Prakiraan energy mix ini dapat dipergunakan sebagai landasan kebijakan energi ke depan.

4. Analisis infrastruktur energi Indonesia
Infrastruktur energi meliputi infrastruktur konversi energi (pembangkit listrik, kilang minyak, kilang gas) serta infrastruktur transmisi dan distribusi energi (pipa minyak, pipa gas, jaringan transmisi dan distribusi listrik, dermaga minyak dan batubara, depo penyimpanan BBM dan gas, dstnya). Dikaji ketersediaan infrastruktur energi di Indonesia serta pengembangan infrastruktur energi yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan memanfaatkan ketersediaan sumber energi, khususnya domestik.
Kebutuhan penambahan infrastruktur diindikasikan oleh selisih permintaan energi dengan kapasitas infrastruktur yang tersedia. Untuk kilang dan pembangkit listrik secara otomatis dapat ditentukan kebutuhannya. Namun demikian lokasi kilang dan pembangkit listrik diskenariokan.
berdasarkan pertimbangan lokasi sumber energi, lokasi konsumen, biaya transportasi, dll. Untuk transportasi energi, diskenariokan jalur-jalur transmisi dan distribusi yang harus dibangun dengan mempertimbangkan rute dan biaya pembangunan termurah, dstnya. Dengan demikian, tetap dibutuhkan pertimbangan pakar (expert judgement) untuk menentukan lokasi pembangunan suatu infrastruktur.
Sebagai contoh, dengan menggunakan optimasi fraksi minyak bumi sebagai energi primer dalam pemenuhan BBM, dapat diproyeksikan kebutuhan infrastruktur konversi energi primer untuk minyak bumi, yaitu kilang minyak (refinery), dimana minyak mentah diproduksi menjadi BBM melalui proses distilasi dan konversi. Dengan memperhatikan selisih antara permintaan BBM dan kapasitas kilang yang ada serta faktor kapasitasnya ditentukan besar penambahan kapasitas kilang yang diperlukan. Selanjutnya, ditentukan besarnya investasi untuk pembangunan kilang tersebut. Untuk menggambarkan kebutuhan pengembangan infrastruktur konversi, transmisi dan distribusi energi, di bawah ini diuraikan kebutuhan pengembangan infrastruktur energi dan investainya untuk beberapa jenis energi.4
Permintaan LPG di dalam negri cenderung meningkat, dan perlu dipenuhi oleh pabrik LPG yang berasal dari kilang minyak. LPG dari kilang LNG akan menurun akibat turunnya produksi LNG. Produksi LNG Arun menurun karena penurunan cadangan gas, walaupun demikian pasokan gas untuk LNG Arun akan cukup untuk memenuhi kontrak penjualan sampai tahun 2006.
Sebagai langkah untuk pengembangan LNG perlu dibangun Kilang LNG Tangguh (2007) dan Kilang LNG Matindok (2010). Sampai saat ini produk LNG semuanya diekspor, belum ada yang dimanfaatkan di dalam negeri. Namun di masa mendatang karena menurunnya pasokan dan meningkatnya permintaan gas di Jawa, perlu dibangun LNG Receiving Terminal yang dapat dipasok, misalnya dari LNG Tangguh (Papua).5 Hingga tahun 2020, diperkirakan terdapat kebutuhan investasi sebesar 6,2 milyar US$ untuk pembangunan kilang LNG dengan kapasitas 17,74 juta ton/tahun, berlokasi di Tangguh (Papua) dan Matindok (Sulawesi).
Untuk keperluan distribusi gas bumi diperlukan tambahan jaringan pipa. Saat ini di Jawa terdapat jaringan pipa gas Cirebon – Merak dan Pagerungan – Gresik, sedang di Sumatera terdapat jaringan pipa gas Grissik - Duri dan Grissik - Singapura. Sedang dalam masa pembangunan adalah jalur pipa transmisi Sumatera Selatan – Jawa Barat. Terkait dengan pengembangan industri yang membutuhkan gas bumi sebagai bahan bakar (fuel) maupun bahan baku (feedstock), permintaan gas yang meningkat untuk pembangkit tenaga listrik, dstnya, maka perlu dibangun jaringan pipa gas regional maupun nasional.

5. Ringkasan dan Kesimpulan
Makalah ini membahas issue bauran energi yang optimum di Indonesia, dengan penekanan pada pembuatan model dinamik ekonomi-energi, proyeksi kebutuhan energi primer dan energi final serta infrastruktur energi yang harus dikembangkan, termasuk perkiraan biayanya. Jenis energi yang dikaji terutama bahan bakar fosil, dan proyeksi dilakukan hingga 2020.
Dalam makalah ini dilaporkan model ekonomi energi yang dikembangkan, ramalan permintaan energi serta beberapa hasil simulasi, khususnya yang menyangkut minyak bumi, gas bumi, batubara dan kelistrikan. Dilaporkan pula kebutuhan infrastruktur yang perlu dibangun untuk mewadahi perkembangan permintaan energi serta kapasitas supplai yang tersedia, termasuk kebutuhan biaya pembangunannya.

Selasa, 30 Maret 2010

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI

BAB I
PENGALIHAN BENTUK

(1) Perusahaan pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) yang didirikan
dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971 dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan
Perseroan (PERSERO) sebagaiman dimaksud dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1969,
dan untuk selanjutnya dalam Peraturan pemerintah ini disebut Perusahaan Perseroan
(PERSERO).
(2) Dengan pengalihan bentuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), segala hak dan
kewajiban, serta semua perikatan Pertamina terhadap pihak lain, beralih kepada Perusahaan
Perseroan (PERSERO) yang bersangkutan, sepanjang tidak bertentangan dengan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
(1) Maksud Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah
untuk menyelenggarakan usaha dibidang minyak dan gas bumi baik di dalam maupun diluar
negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang Minyak
da Gas bumi tersebut.
(2) Tujuan Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah
untuk:
a. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan secara efektif dan
efisien;
b. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat.
BAB III
MODAL PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
Pasal 3
(1) Modal Perusahaan perseroan (PERSERO) yang ditempatkan dan disetor pada saat
pendiriannya, berasal dari seluruh kekayaan Negara yang tertanam dalqam Pertamina,
termasuk kekayaan Pertamina yang tertanam pada anak perusahaan dan perusahaan
patungan (joint venture Pertamina pada saat berlakuknya Peraturan Pemerintah ini.
(2) Kekayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak termasuk kekayaan yang dialihkan
pada Badan Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun
2002.
(3) Besarnya modal Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan hasil perhitungan bersama yang dilakukan
oleh Departemen Keuangan dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
(4) Modal awal sementara Perusahaan Perseroan (PERSERO) ditetapkan oleh Menteri
Keuangan.
(5) Ketentuan-ketentuan lain mengenai permodalan Perusahaan perseroan (PERSERO) diatur
dalam Anggaran Dasarnya, termasuk ketentuan mengenai modal dasar Perusahaan Perseroan
(PERSERO) yang terbagi atas saham-saham sesuai dengan ketentuan Peraturan pemerintah
Nomor 12 Tahun 1998 sebagaiman telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45
Tahun 2001.
BAB IV
PELAKSANAAN PENDIRIAN
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
Pasal 4
Pelaksanaan pendirian Perusahaan perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1, dilakukan menurut ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun
1995 tentang Perseroan Terbatas, dengan memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2001 dan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 5
Penyelesaian pendirian Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 dilakukan oleh Menteri Keuangan.

BAB V
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 6
(1) Perusahaan Perseroan (PERSERO) dapat melaksanakan penugasan dari Pemerintah
dalam penyediaan dan pelayanan Bahan Bakar Minyak untuk keperluan dalam Negeri.
(2) Dalam hal Perusahaan Perseroan (PERSERO) melaksanakan penugasan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), besaran kompensasi yang timbul dari penugasan ditetapkan oleh
Menteri Keuangan atas usul Menteri yang tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang
minyak dan gas bumi.
(3) Rencana kerja dan laporan keuangan dalam rangka penugasan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), dibuat secara terpisah dalam rencana kerja, anggaran dan laporan keuangan
Perusahaan Perseroan (PERSERO).
Pasal 7
(1) Pada saat Perusahaan Perseroan (PERSERO) berdiri, kegiatan usaha di bidang panas
bumi yang dilaksanakan sendiri oleh Pertamina, dan yang dilaksanakan melalui kerja sama
operasi oleh Pertamina, beralih kepada Perusahaan Perseroan (PERSERO).
(2) Dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Perusahaan Perseroan (PERSERO)
didirikan, kegiatan usaha dibidang panas bumi yang dilaksanakan oleh Perusahaan Perseroan
(PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dialihkan kepada anak perusahaan yang
dibentuk oleh Perusahaan Perseroan (PERSERO).
Pasal 8
Pada saat didirikannya perusahaan Perseroan (PERSERO), semua anak perusahaan dan
perusahaan patungan Pertamina yang melakukan kegiatan usaha yang terkait langsung atau
menunjang langsung dengan kegaitan usaha di bidang minyak dan gas bumi beralih menjadi
anak perusahaan dan perusahaan patungan Perusahaan Perseroan (PERSERO).
Pasal 9
(1) Dengan pengalihan bentuk sebagaimana dimaksud dalam pasal 1, seluruh pekerja
Pertamina beralih menjadi pekerja Perusahaan Perseroan (PERSERO).
(2) Dengan peralihan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), hak dan kewajiban antara
Pertamina dengan pekerja Pertamina yang menyangkut status, norma dan syarat kerja, upah
dan penghasilan lain, pesangon dan/atau penghargaan atas pengabdian, serta manfaat
pensiun beralih menjadi hak dan kewajiban antara Perusahaan Perseroan (PERSERO) dengan
pekerja Perusahaan Perseroan (PERSERO).
Pasal 10
Pada saat Perusahaan Perseroan (PERSERO) berdiri, seluruh pekerja anak perusahaan dan
perusahaan patungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 tetap menjadi pekerja anak
perusahaan atau perusahaan patungan yang bersangkutan.
BAB VI
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 11
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, seluruh ketentuan Pertamina yang ada,
termusuk struktur organisasi penempatan pekerja dalam organisasi, pedoman dan tata kerja
serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Pertamina,
sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah ini, dinyatakan tetap berlaku
sampai dengan ditetapkannya ketentuan baru oleh Perusahaan Perseroan (PERSERO).
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 12
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini diatur oleh
Menteri Keuangan, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, dan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral secara bersama-sama.
Pasal 13
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar tiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 Juni 2003
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

Jumat, 25 Desember 2009

General Tips On Writing A Letter Of Application

Many companies see your resume or cover letter as an important part of your application documents. Because important for you to write a good resume. Various tips below will help you.

1.Impression Individual
If you plan to submit applications to various companies make sure you write down the correct company name in your cover letter. Besides you also have to create a cover letter addressed to someone. Use the name and certain positions, if possible. In particular, for a letter addressed to a woman, if you do not know the status of marriage, use the prefix Ms. Example: Ms.. Suryanegara. Remember: In the Internet and in MS Word is a lot of templates or sample cover letter. Do not just copy this example. Change according to your needs.


2.Short and Solid
Cut to the chase.
You write briefly and concisely. Use simple language. Use words that are used. No need trying to impress your readers by using words that are difficult. Remember: Do not write your cover letter is more than one page. The Company may receive tens or even hundreds of applications. Letter of application that is too long to be ineffective.

3.Neat and clean
as far as being able to use a computer program to write your cover letter. That way you can write a letter of application neat and clean, so easy to read. Remember: Avoid writing a cover letter by hand. Avoid using the tip-ex or something in your cover letter.

4.Contents of

In Your letter of application, there are some things needing written down:

•Opening: Mention where You get information concerning activity vacancy of the sebut.contoh of, You can mention that You know vacancy working the from advertisement in newspaper, advertisement in Internet, or from a Your friend.

•Work Of You now: Narrate in a word position and area of work of You in this time. You also require to narrate in a word main attainment You is in the work. Agar give better picture, give information quantitatively. For Example, " I direct five junior person people manager". needing You pay attention to here, write down only relevant things to work which You applying. Read better clauses which required in the vacancy advertisement. If work which You applied for was in area marketing research, You might not need to narrate attainment of You in logistics area.

•Education: If reasoning of education needed informed, write down in a word highest education You. If You have ever got education in school which enough recognized, it is better You write down him(it in letter of application.

•Cover/Conclusion: In [cover/conclusion] remind the reader that You have strong desire to get the work. It Is Better You express when best moment You can be contacted for process hereinafter. Dan don't forget to say" Thank".

5.Proof Read
Proof read mean reading to return all Your article and ascertain altogether have been was correct. Ascertain [there] no mistake of spelling, [there] nore- words or repetitif, and structure ( grammar) which applied by is fit. In program MS Word Anda can apply spell and grammar checker. Applied! According to a website,"Suatu mistake in just spelling can cause You lose time importantness to obtain;get work".

Selasa, 15 Desember 2009

Tips

Seringkali kita sulit menemukan atau mencari file yang telah dikerjakan atau kita menemui kesulitan dalam mengelola banyak file dalam banyak folder. Berikut adalah tips untuk mengelola File dan Folder :
1. Gunakanlah My Documents sebagai media penyimpan data.
2. Gunakan penamaan file dan folder yang konsisten, Apabila memungkinkan, gunakan nama yang umum dan gunakan singkatan apabila penamaan terlalu panjang.
3. Gunakan penamaan file dan folder yang singkat dan mudah apabila dilakukan proses pencarian.
4. Pisahkan antara file - file dan folder PROSES dan ARSIP, Maksudnya adalah file - file dan folder dalam My Documents hanya berisi file folder pekerjaan yang anda sedang lakukan atau file - file yang sering anda akses.
5. Jika memungkinkan, pisahkanlah folder berdasarkan tipe file yang ada di dalamnya, misalnya folder gambar, hanya berisi gambar-gambar. Hal ini akan mempercepat proses pencarian.
6. Jangan membuat hirarki folder terlalu dalam.
Windows Explorer dapat dipergunakan untuk melihat folder dan file, serta menyediakan fasilitas untuk memenejemen file. Di dalam menggunakan Windows Explorer kita dapat melakukan penyalinan, penghapusan, pemindahan, pengubahan nama dan pencetakan file.
Fasilitas Windows Explorer ini terdapat pada versi Windows 95 ke atas, sedang pada versi sebelumnya ditampilkan dalam format File Manager.

The is computer

Definition

Computer come from Latin language computare meaningful calculate. Because area broadness garapan computer science, of expert and researchers a few are different in defining termininologi computers.

To realize computer conception as data processor for yielding an information, hence required by is computer system ( computer system) which the element consisted of hardware, software and brainware. Third the computer system element shall each other correlating and form unity. Hardware will not function if without software, and so do on the contrary. Dan both no is useful if there no man ( brainware) operating and control him.

1. Hardware or Hardware: equipments which physically seen and djamah can.

2. Software or software: Containing program instruksi for doing data processing.

3. Brainware: man operating and control computer system.

Classification Of Computer

Newest literature concerning computer do classification of computer based on tigal things: data which process, usage, the capacities, and generation is the.

Based On Data Which Diolah

1. Analog Computer

2. Digital Computer

3. Computer Hybrid

Based On The consumer

1. Computer For Purpose Of Special ( Special Purpose Computer)

2. Computer For General Purpose ( General Purpose Computer)

Based On The measure and capacities

1. Microcomputer ( Micro Computer)

2. Mini Computer ( Mini Computer)

3. Small Computer ( Small Computer)

4. Middle Computer ( Medium Computer)

5. Big Computer ( Large Computer)

6. super Computer ( Super Computer)




History Of Computer

Mechanic appliances and electronics for assisting man in enumerations and data-processing so that can get quicker result. Computer which we meeting in this time is an long evolution from invention of men sejah yore in the form of mechanic appliances and also electronics.

Any way data processor appliance from since ancient era till now we can classify into 4 big faction.

1. Equipments of manual: that is very simple data processing equipment, and all important factor

in usage of appliance is apply man hand energy


2. Equipments Of Mechanic: that is equipments which have in form of mechanic which moved by hand manually

3. Equipments Of Electronic mechanic: Equipments of mechanic moved by automatically by electronic motor

4. Equipments Of electronic: The laboring equipments electronically is full

TRADITIONAL CALCULATOR and MECHANIC CALCULATOR

Abacus, what emerging about 5000 year is last in small Asia and still be applied in some finite places in this time, can be considered to be early computing machine beginning.

This appliance enable the consumer to do calculation apply shear bulk which arranged at sebuh rack. Of merchants in that period apply abacus for calculating commerces transaction. Along with paper and pencil appearance, especially in Europe, abacus losing of the popularitity.

After approximant of 12 century, emerge other invention in the case of computing machine. In the year 1642, Blaise Pascal ( 1623-1662), which by then of old age 18 year, find which he conceive of wheel calculator numerik ( numerical wheel calculator) to assist the father do calculation tax. This brass square box which named by Pascaline, apply jagged eight rotary wheel to sum finite number eight digit. This appliance is number calculator base on ten. This appliance weakness is only terbataas for doing quantifying.

Year 1694, a Germany philosopher and mathematics, Gottfred Wilhem von Leibniz ( 1646-1716) improve;repair Pascaline with making machine available for multiplying. Same as the predecessor, this mechanic appliance work by using jags wheels. By studying made by pictures and note is Pascal, Leibniz can make perfect the appliance. Then in the year 1820, mechanic calculator started is popular. Charles Xavier Thomas de Colmar find machine available for doing four elementary aritmatic function. Mechanic calculator Colmar, arithometer, present more practical approach in calculation because the appliance can do quantifying, reduction, multiplication, and division. Ably the, arithometer many utilizing [
so a period of World Wars I.

Together With Pascal and Leibniz Colmar assist developing computing era mekanikal.

Early computer beginning which actually formed by seoarng English mathematics professor, Charles Babbage ( 1791-1871). Year 1812, Babbage pay attention to concordance of nature between mechanic machines and matematika:mesin very good mechanics in doing same duty repeatedly without mistakes; medium of mathematics require simple repeatation from an certain stages;steps. problem of Thethen grow so place mechanic machine as a means of

answer requirement of mechanic. Effort Babbage is first for replying this problem emerging in the year 1822 when he propose an machine for doing calculation equation of differensil. The machine named by Machine Differensial. By using steam power, the machine earn keep program and can do calculation and also print the result is automatically. After working with Machine Differensial during ten years, Babbage inspiration abrupt for strarting to make computer general-purpose is first, so-called Analytical Engine. Assistant Babbage Augusta Ada King ( 1815-1842) have important role in this making of machine. He assist to revise plan, look for financing from English government, and communicate specification of Anlytical Engine to public. Besides, understanding of Augusta good concerning this machine is the possible make instruction for by dlam machine as well as the Create become first woman programmer. In the year 1980, United States Department of Defense. Steam Engine Babbage, although have never completed done, very primitive profiles drawing if compared with present day standard. Any way, the appliance depict elementary element from a modern computer as well as laying open a important concept. Consist of about 50.000 component, elementary design from Analytical Engine apply perforations cards (holey of hole) containing of operating instruction for the machine.

At 1889, Herman Hollerith ( 1860 1929) also apply perforation card principle for doing enumeration. The first duty is find quicker way to do calculation for Biro Sensus Amerika Serikat. Census before all which done in year 1880 requiring time of seven year for finish calculation. With the flower of population, Biro estimate that required by is time ten years to finish calculation census.

Hollerith apply perforation card for entering census data which then diolah by the appliance mechanically. a card earn keep is finite 80 variable. By using the appliance, census result can be finished during six week. Besides having advantage in the field of speed, the card function as data store media. Level of mistake of calculation also can be depressed drastically. Hollerith then develop the appliance and the sell to wide public. He build Tabulating Machine Company in the year 1896 which then becoming International Business Machine ( 1924) after experiencing several times merger. Other company like Remington Rand and Burroghs also produce appliance pembac perforation card for effort business. Perforation card applied by circle of business dn goverment for permrosesan data so year 1960.

At the next term, some engineers make invention other are new. Vannevar Bush ( 1890-1974) make a calculator for finishing equation of differensial in year 1931. The machine can finish equation of differensial is complex which during the time complicated assumed by circle of academician. The machine is very heavy and big because hundreds of jag and


axis which required to do calculation. In the year 1903, John V. Atanasoff and Clifford Berry try to make electrical computer applying Boolean algebra at electrical circuit. This approach based on [job/activity] result George Boole ( 1815-1864) in the form of algebra binary system, expressing that every matematic equation can expressed to be correct or wrong. With the application of condition of benar-salah into electrics circuit in the form of terhubung-terputus, Atanasoff and Berry make first electrical computer in year 1940. But project of they are desisted by losing of source of financings.